Meski serba ada, namun hidup tetap sederhana

Post On: 9 November 2016
November 9, 2016

kangaliali.com – Meski serba ada, namun hidup tetap sederhana, Sudah terlihat jelas kalo sekarang merupakan jaman teknologi, sekarang sudah tak asing lagi dengan yang namanya internet, Hadirnya teknologi internet merubah banyak hal di dunia ini dalam waktu yang sangat cepat.

Bisa anda bandingkan sejak tahun 2000 sampai tahun 2016 sekarang, dulu kalo pengen makan kita harus datang pada warung kalo sekarang tinggal halo makanan datang kerumah, selain itu di Indonesia. Sangat banyak orang-orang yang dahulu dianggap sebagai ‘kalangan bawah’ merangsek naik masuk ke ranah kalangan menengah. yang kemudian ada dari kalangan menengah yang naik tingkat ke kalangan atas. Sementara kalangan atas ada yang tetap bertengger di atas, ada pula yang jatuh kandas. Sulit dipercaya, namun begitulah faktanya.huup-sederhana

Dampak dari itu semua pun beragam. Ada yang setelah naik level, kemudian menjadi OKB: Orang Kaya Baru. Belanja ini dan itu, mengenakan sesuatu yang dasarnya hanya keinginan. Pada kasus lain, orang yang levelnya merosot, apalagi tajam, ia sudah terlanjur dengan hidup hedonisnya, dan tak kuasa menghadapi kenyataan yang ada. Akhirnya, stres-lah ia, depresi, dan menjadi gila.

Seharusnya semua itu semua tak perlu terjadi kalau setiap orang paham sebuah hakikat bahwa ”hidup harus berusaha sukses agar dapat bermanfaat namun sikap/gaya kita harus sederhana”. Membeli karena kebutuhan, dan menggunakan sesuatu sebagaimana mestinya.

Karena hidup sederhana mengembalikan manusia pada kodratnya: membelanjakan sesuatu karena ada kebutuhan, bukan keinginan.

Nah, inilah yang di sebut sebagai hakikat hidup sederhana: membelanjakan sesuatu karena ada kebutuhan, bukan keinginan. Bukankah hidup yang mendamaikan hati ialah gaya hidup yang seperti ini? Tidak perlu ada tendensi untuk gengsi kepada siapa pun.

Perlu anda tau miskin atau kaya cuma soal keadaan, namun sebagai manusia kita di ajarkan bersyukur atas semua usaha jadi lebih baik, akan tetapi sederhana, adalah gaya hidup yang bisa dilakukan dalam keadaan apa pun.

Mark zuckerberg runningmarkzuckerbreg

Ketika miskin, Kawan Muda bisa mempraktikkan gaya hidup sederhana. Hal ini juga bisa dilakukan saat kaya. Apabila hidup sederhana sudah bisa menjadi karakter, maka kaya atau miskin tidak menjadi soal. Karena apa pun keadaannya, akan tetap begitulah hidupnya.

Karena hidup sederhana mengajarkan: saat miskin, bekerjalah lebih keras. Lalu setelah kaya, gemarlah berbagi.

Orang dengan gaya hidup sederhana, tak akan mengeluh saat hidupnya miskin. Ia justru akan mengedepankan kerja keras, dan berbagi kepada orang yang ia merasa tak seberuntung dirinya. Kemudian ketika kaya raya, ia tetap berbagi dan tetap bekerja keras. Karena ia sadar: berbagi tak perlu menunggu kaya. Dan ia juga paham: roda kehidupan ini berputar, maka mental bekerja keras harus dikedepankan.

Karena kaya raya yang tak sederhana, bisa menimbulkan keangkuhan. Sedangkan kaya raya yang sederhana, hadir bersama ke-rendah-hati-an.

Richard bransonrichart-sederhana

Ketika ada orang kaya yang berbagi, sejatinya, yang paling butuh adalah si orang kaya. Bukan orang-orang yang menerima bagian hartanya. Orang-orang kaya ingin bisnisnya terus membesar, maka salah satu jalannya ialah berbagi kepada orang lain. Orang-orang kaya juga ingin memiliki karakter rendah hati, karena kolega-kolega bisnis suka bekerja sama dengan orang yang rendah hati. Maka, ia pun berbagi. Tak rendah hati sama dengan memendam congkak. Tentu, tiada relasi bisnis yang menyukai orang-orang sombong. Karena memberi, melatih rendah hati.

Kaya raya yang rendah hati, sadar bahwa segala yang ia miliki adalah titipan. Tuhan bisa mengambilnya sewaktu-waktu.

Hidup ini fluktuatif. Segalanya naik dan turun. Bisa diprediksi, tetapi manusia tak bisa mengetahuinya dengan pasti. Jika semua bisnis yang sukses datang dari kecakapan membaca pasar, apakah bisnis yang bangkrut datang dari kecerobohan membaca pasar? Tidak! Seluruh bisnis profesional sudah membekali perusahaan mereka dengan orang-orang ‘kelas A’ di bidangnya masing-masing. Kalau seluruh bisnis bergerak maju dengan kekuatan yang sama untuk mendobrak pasar, bukankah sebagai risikonya ada satu atau dua perusahaan yang terjungkal?

Maka dari itu, orang yang kaya raya seharusnya paham hakikat hidup sederhana. Tahu bahwa segala yang ia miliki sekarang hanyalah titipan, dan bisa Tuhan ambil sewaktu-waktu.

Tag:

Related to Meski serba ada, namun hidup tetap sederhana